««•»»
Surah At Taghaabun 6
ذَلِكَ بِأَنَّهُ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالُوا أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوْا وَاسْتَغْنَى اللَّهُ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
««•»»
dzaalika bi-annahu kaanat ta/tiihim rusuluhum bialbayyinaati faqaaluu abasyarun yahduunanaa fakafaruu watawallaw waistaghnaa allaahu waallaahu ghaniyyun hamiidun
««•»»
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka membawa keterangan-keterangan lalu mereka berkata: "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?" lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
««•»»
That was because their apostles used to bring them manifest proofs, but they said, ‘Shall humans be our guides?!’ So they disbelieved and turned away, and Allah was in no need [of their faith] and Allah is all-sufficient, all-laudable.
««•»»
Allah SWT menerangkan bahwa sebab-sebab ditimpakan azab kepada umat terdahulu itu, ialah karena kecerobohan mereka dengan mendustakan rasul-rasul sesudah mereka diberi keterangan yang jelas, diperlihatkan mukjizat-mukjizat nyata. Mereka berkata, "Satu hal yang ajaib bahwa orang yang akan memberi petunjuk kepada kami ialah manusia biasa yang tidak mempunyai sedikitpun kelebihan dari kami. Ia tidak mempunyai pikiran lebih unggul dari kami, tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk menundukkan kami.
Di dalam ayat yang lain yang bersamaan artinya Allah berfirman:
فَقَالُوا أَبَشَرًا مِنَّا وَاحِدًا نَتَّبِعُهُ
Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?".
(QS. Al Qamar [54]:24)
Mereka tidak mengetahui bahwa nabi-nabi dan rasul-rasul itu adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah SWT menurut kehendak-Nya,
sebagaimana diterangkan dalam ayat lain yang berbunyi:
اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ
Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.
(QS. Al An'am [6]:124)
Setelah keingkaran mereka berkepanjangan, pembangkangan mereka berlarut-larut, maka Allah SWT membinasakan mereka. Allah tidak memerlukan mereka, serta tidak mempunyai kepentingan sedikitpun kepada mereka. Dia Maha Kuasa, tidak mempunyai keperluan sedikitpun kepada sesuatu. Maha Terpuji atas segala hikmah kebijaksanaan yang telah ditetapkan kepada makhluk-Nya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Yang demikian itu) atau azab di dunia itu (adalah karena sesungguhnya) dhamir yang terdapat dalam lafal annahu adalah dhamir sya`n (telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata) hujah-hujah yang jelas yang menunjukkan kepada keimanan (lalu mereka berkata, "Apakah manusia) yang dimaksud adalah jenisnya (yang akan memberi petunjuk kepada kami?" Lalu mereka ingkar dan berpaling) dari keimanan (dan Allah tidak memerlukan) keimanan mereka. (Dan Allah Maha Kaya) dari makhluk-Nya (lagi Maha Terpuji) dalam perbuatan-perbuatan-Nya.
««•»»
That, chastisement in this world, is because (bi-annahu contains the pronoun of the matter) their messengers used to bring them clear signs, manifest proofs for [the validity of] faith, but they said, ‘Shall [mere] humans (basharan is meant as generic) be our guides?’ So they disbelieved and turned away, from faith, and God was independent, [without need] of their faith. And God is Independent, [without need] of His creatures, Praised, praiseworthy in His actions.
Surah At Taghaabun 6
ذَلِكَ بِأَنَّهُ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالُوا أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوْا وَاسْتَغْنَى اللَّهُ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
««•»»
dzaalika bi-annahu kaanat ta/tiihim rusuluhum bialbayyinaati faqaaluu abasyarun yahduunanaa fakafaruu watawallaw waistaghnaa allaahu waallaahu ghaniyyun hamiidun
««•»»
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka membawa keterangan-keterangan lalu mereka berkata: "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?" lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
««•»»
That was because their apostles used to bring them manifest proofs, but they said, ‘Shall humans be our guides?!’ So they disbelieved and turned away, and Allah was in no need [of their faith] and Allah is all-sufficient, all-laudable.
««•»»
Allah SWT menerangkan bahwa sebab-sebab ditimpakan azab kepada umat terdahulu itu, ialah karena kecerobohan mereka dengan mendustakan rasul-rasul sesudah mereka diberi keterangan yang jelas, diperlihatkan mukjizat-mukjizat nyata. Mereka berkata, "Satu hal yang ajaib bahwa orang yang akan memberi petunjuk kepada kami ialah manusia biasa yang tidak mempunyai sedikitpun kelebihan dari kami. Ia tidak mempunyai pikiran lebih unggul dari kami, tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk menundukkan kami.
Di dalam ayat yang lain yang bersamaan artinya Allah berfirman:
فَقَالُوا أَبَشَرًا مِنَّا وَاحِدًا نَتَّبِعُهُ
Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?".
(QS. Al Qamar [54]:24)
Mereka tidak mengetahui bahwa nabi-nabi dan rasul-rasul itu adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah SWT menurut kehendak-Nya,
sebagaimana diterangkan dalam ayat lain yang berbunyi:
اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ
Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.
(QS. Al An'am [6]:124)
Setelah keingkaran mereka berkepanjangan, pembangkangan mereka berlarut-larut, maka Allah SWT membinasakan mereka. Allah tidak memerlukan mereka, serta tidak mempunyai kepentingan sedikitpun kepada mereka. Dia Maha Kuasa, tidak mempunyai keperluan sedikitpun kepada sesuatu. Maha Terpuji atas segala hikmah kebijaksanaan yang telah ditetapkan kepada makhluk-Nya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Yang demikian itu) atau azab di dunia itu (adalah karena sesungguhnya) dhamir yang terdapat dalam lafal annahu adalah dhamir sya`n (telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata) hujah-hujah yang jelas yang menunjukkan kepada keimanan (lalu mereka berkata, "Apakah manusia) yang dimaksud adalah jenisnya (yang akan memberi petunjuk kepada kami?" Lalu mereka ingkar dan berpaling) dari keimanan (dan Allah tidak memerlukan) keimanan mereka. (Dan Allah Maha Kaya) dari makhluk-Nya (lagi Maha Terpuji) dalam perbuatan-perbuatan-Nya.
««•»»
That, chastisement in this world, is because (bi-annahu contains the pronoun of the matter) their messengers used to bring them clear signs, manifest proofs for [the validity of] faith, but they said, ‘Shall [mere] humans (basharan is meant as generic) be our guides?’ So they disbelieved and turned away, from faith, and God was independent, [without need] of their faith. And God is Independent, [without need] of His creatures, Praised, praiseworthy in His actions.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 5]•[AYAT 7]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of18
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=64&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#64:6
•[AYAT 5]•[AYAT 7]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of18
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=64&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#64:6




